Jenis Investasi Yang Aman Saat Resesi, Bisa di Coba! Belakangan ini, kondisi ekonomi semakin tidak pasti. Ancaman resesi ekonomi yang diproyeksikan akan menghantam banyak negara nampaknya kian nyata.

Dikutip dari laman Investopedia, resesi ekonomi adalah penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan, meluas, dan berkepanjangan. Apa saja jenis investasi yang aman saat resesi? Berikut rekomendasi produk dan tips memilihnya!

Tanda-tanda terjadinya resesi sudah mulai terlihat. Banyak lembaga dunia pun memperkirakan resesi akan terjadi tahun depan. Secara umum, resesi terjadi ketika ekonomi tumbuh negatif dua kuartal beruntun.

Pada saat pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu resesi terjadi di sejumlah negara akibat kebijakan yang membuat aktivitas dan mobilitas miliaran umat manusia terganggu. Tanpa aktivitas dan mobilitas manusia, roda ekonomi pun ‘macet’. Meskipun dunia sedang di ambang resesi kedua dalam dua tahun terakhir, Indonesia diperkirakan tidak terdampak parah seperti yang terjadi pada 1998 ataupun 2020.

Memasuki akhir tahun ini saja, sudah mulai terjadi peningkatan inflasi dan gelombang PHK di banyak perusahaan. Sementara menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resesi ekonomi merupakan kondisi ekonomi suatu negara yang sedang memburuk, dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang negatif, pengangguran meningkat, maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Dengan adanya ancaman resesi, semua orang kini perlu mengamankan kondisi finansialnya agar mampu melalui jurang resesi dengan baik. Investasi jadi salah satu solusi untuk menyimpan uang agar bisa bertambah nilainya di masa depan.

Jenis Investasi Yang Aman Saat Resesi, Bisa di Coba!

Jika resesi tahun depan terjadi, dampak apa yang akan dirasakan oleh masyarakat?

Ekspor Indonesia akan terguncang karena pasar dunia yang lesu. Ekspor sendiri berkontribusi sebesar 23% terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2022. Kemerosotan ekspor akibat resesi dunia tentunya akan memangkas PDB Indonesia. Apalagi saat terjadi resesi, menjual aset di harga terbaik akan sulit. Sebab daya beli masyarakat sedang lesu saat itu.

Kemudian jika melihat kondisi saat ini, resesi dipicu oleh kenaikan suku bunga bank sentral yang agresif. Sehingga bisa mengerek suku bunga kredit yang membuat utang menjadi lebih mahal. Di sisi lain bunga deposito pun bisa naik yang membuat investasi di bank lebih menguntungkan dibandingkan investasi di aset risiko yang akan terpukul. Jadi, daya beli masyarakat akan terpukul karena pendapatan yang berkurang, ini berisiko meningkatkan angka kemiskinan.

Kenaikan suku bunga yang dilakukan bank sentral membuat yield obligasi cenderung akan menanjak. Hal ini tentunya memberikan keuntungan, apalagi obligasi merupakan aset yang lebih aman ketimbang saham.

Selain obligasi, emas yang secara tradisional menjadi aset lindung nilai terhadap inflasi juga bisa menjadi pilihan investasi. Awal Maret lalu emas sempat melesat ke US$ 2.069/troy ons dan nyaris memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa.

Namun setelahnya justru melempem dan kini diperdagangkan di dekat US$ 1.800/troy ons. Seandainya dunia mengalami resesi, apalagi jika kebijakan bank sentral gagal menurunkan inflasi dengan cepat, maka emas punya potensi kembali melesat.

Ketiga jenis investasi di atas adalah moderat. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk berinvestasi di aset risiko seperti saham.

Ketika terjadi resesi, saham-saham yang memiliki fundamental baik bisa jadi pilihan. Melihat fundamental perusahaan bisa dari kinerja keuangannya, bisnisnya, pengelolaan risiko saat terjadi krisis oleh manajemennya, hingga ketahanan perusahaan tersebut dalam menghadapi berbagai krisis.

Lantas, apa saja jenis investasi yang aman saat resesi? Simak penjelasannya sampai akhir ya!

Jenis Investasi yang Aman Saat Resesi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi ancaman krisis global yang bisa berdampak pada semua negara.

“Triple threat, yaitu perang (Rusia vs Ukraina), kenaikan harga komoditas, dan inflasi global yang naik. (Tiga ancaman ini) bisa meningkatkan risiko utang tak hanya low income, middle income, bahkan negara penghasilan tinggi,” ujarnya saat memberikan keynote speech dalam pembukaan FMCBG G20 Indonesia di Nusa Dua, Bali, Jumat (15/7/2022).

Menyikapi hal tersebut, banyak orang yang bingung memilih investasi yang aman saat resesi. Pasalnya, investasi dikenal sebagai cara ampuh meningkatkan dana, namun di sisi lain juga sangat berisiko mengalami kerugian.

Tak perlu khawatir, berikut beberapa jenis investasi yang amant saat resesi dan bisa Anda coba!

  1. Tabungan Emas

Sejak dulu emas dikenal sebagai produk investasi paling aman, bahkan saat krisis moneter sekali pun. Nilai jual emas cenderung stabil dari tahun ke tahun, bahkan menunjukkan tren positif.

Menurut Bank Bazaar, harga emas cenderung naik karena investor lebih suka memiliki emas dibanding uang kertas. Bahkan, ketika nilai dollar turun, nilai emas justru naik.

Menariknya, tabungan emas bisa dicetak menjadi emas sungguhan. Anda bisa mencetak tabungan emas menjadi emas atau perhiasan, namun Anda akan dikenakan biaya tambahan yang dipotong dari tabunganmu.

  1. Reksa Dana

Investasi yang aman saat resesi selanjutnya adalah reksa dana. Jika dibandingkan dengan saham, reksa dana memang lebih minim risiko.

Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang disebut Manajer Investasi, untuk kemudian diinvestasikan ke dalam surat berharga seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang.

Keuntungan investasi reksa dana adalah uangmu akan dikelola oleh manajer investasi berpengalaman. Nilai investasi juga terjangkau, biasanya mulai dari Rp100.000,- dan risiko yang lebih kecil.

  1. Investasi Properti

Harga tanah dan bangunan setiap tahun pasti meningkat. Berbeda dengan kendaraan atau barang mewah lain yang nilainya justru akan menyusut. Oleh sebab itu, memiliki properti merupakan aset investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan.

Tanah atau bangunan bisa Anda sewakan untuk dikelola oleh pihak lain. Pilihan lainnya adalah menjual aset tersebut ketika harganya sudah naik. Dengan begitu, Anda akan mendapat keuntungan berkali lipat.

  1. Sukuk atau Surat Berharga Nasional

Menurut UU No.19 Tahun 2008, Surat Berharga Syariah Negara atau sukuk adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah atau valuta asing.

Anda perlu mengetahui, bahwa pendapatan negara yang berasal dari pajak maupun non pajak tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan belanja negara.

Untuk menyiasatinya, negara kemudian menerbitkan sukuk yang bisa dibeli oleh masyarakat.

Sukuk berbeda dengan obligasi, sebab sukuk adalah surat berharga atas aset dan bukan sebagai surat pengakuan utang. Artinya, Anda akan mendapat keuntungan dengan konsep bagi hasil yang lebih stabil tiap bulannya.

  1. Obligasi

Investasi yang aman saat resesi berikutnya adalah obligasi. Obligasi merupakan surat utang jangka panjang yang bisa diperjualbelikan.

Anda bisa berinvestasi pada instrumen obligasi dengan kupon tetap, sehingga investasi akan tetap terjaga meski ada risiko resesi.

Lebih Baik Nabung Atau Investasi?

Meskipun ada beberapa produk investasi yang aman saat resesi, rupanya masih banyak masyarakat yang waswas. Pasalnya, investasi selalu identik dengan cuan besar dan risiko yang juga besar.

Lantas, apakah menabung lebih aman ketimbang investasi? Pada dasarnya, tabungan dan investasi adalah dua solusi mengamankan finansial dengan konsep yang berbeda.

Uang yang digunakan untuk tabungan dan investasi pun berbeda. Uang tabungan sebaiknya ditetapkan dengan persentase yang stabil tiap bulannya. Disarankan memisahkan uang tabungan sejak pertama kali Anda menerima gaji.

Sementara itu, investasi disarankan menggunakan uang dingin, yakni sisa uang yang sudah tidak digunakan untuk belanja atau menabung. Artinya, uang dingin merupakan dana yang Anda anggap tidak ada.

Oleh karena itu, besaran uang dingin setiap bulan bisa saja berbeda. Tergantung pada sisa pengeluaran dan tabunganmu di bulan itu. Jika Anda lebih memilih tabungan, sebaiknya gunakan tabungan deposito berjangka agar uangmu dapat bertambah.

Deposito berjangka artinya Anda akan menyimpan uang di bank dalam jangka waktu tertentu, sehingga uangmu tidak akan bisa diambil sampai periode waktunya selesai.

Deposito berjangka bisa diatur untuk disetor setiap bulannya secara otomatis. Menariknya, deposito juga memberikan bunga yang menarik dan stabil.

Itulah penjelasan tentang investasi yang aman saat resesi dan perbandingannya dengan tabungan. Jadi, produk investasi mana yang akan Anda ambil?

Jenis Investasi Yang Aman Saat Resesi, Bisa di Coba!

Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/market/20221012092610-17-379048/resesi-global-nyata-ini-jenis-investasi-aman-tetap-cuan