Oleh: Ahmad Sadat
Asiavesta Capital adalah investment holding yang berinvestasi pada usaha kecil/menengah yang sudah mapan, memiliki bisnis yang kuat dan unik, potensi pertumbuhan jangka panjang yang besar, dan ingin bertransformasi menjadi korporasi dengan cara anorganik.
Kami akan menjadi strategic partner/pemegang saham yang membantu restrukturisasi perusahaan secara holistik sehingga siap untuk menjadi korporasi menengah/besar dan/atau go public dalam waktu 2 hingga 5 tahun.
Ini lanjutan dari tulisan sebelumnya https://amsadat.blog/2021/10/14/scale-up-vs-quantum-leap-1/. Saya akan menjelaskan lebih lanjut Misi Asiavesta Capital dan contoh penerapannya di IDeA Indonesia, salah satu investee andalan Asiavesta Capital.
Kami akan menjadi strategic partner/pemegang saham…
Kami investor. Bukan konsultan, mentor, coach, apalagi makelar. Karena itu kami akan selektif sekali memilih investee kami. Karena bila sudah memutuskan berinvestasi maka kami akan all out, sama seperti founder. Tentu saja bagi investee, kami bisa sekaligus menjadi konsultan, mentor atau coach.
Tapi sebelum itu terjadi, bisa jadi kami akan habiskan waktu banyak dan lama untuk mengenal investee. Lalu melakukan penjajakan. Kalau cocok baru kita melakukan due diligence. Ini pun akan makan waktu lama karena kami akan memastikan dan mengkonfirmasi banyak hal. Bisa jadi ujungnya adalah kita gak jadi masuk karena kita tidak confident atau sebab lain, ketidakcocokan misalnya.
Bila due diligence berjalan lancar dan kami putuskan lanjut maka kami akan menyusun term sheet atau proposal rencana merger/akuisisi dengan berbagai alternatifnya, dan yang terpenting adalah tujuan dan roadmap yang akan dijalani. Belum tentu juga bisa disepakati. Dan tidak berlanjut.
Di IDeA Indonesia kami menempatkan direktur keuangan yang membantu founder mengelola perusahaan sehari-hari. Juga terlibat dalam banyak pengambilan keputusan strategis. Juga memanfaatkan sumber daya yang kami miliki, termasuk tapi tidak terbatas pada fasilitas/sinergi antar anak usaha, konsultan, partner, network/jaringan dan sebagainya, sesuai kebutuhan.
… yang membantu restrukturisasi perusahaan secara holistik…
Sebelumnya, IDEA masih berupa usaha perorangan. Kemudian kami masui dan membenahi banyak hal administratif, legal dan keuangan. Kami mendirikan beberapa PT sesuai bidang usaha dan mengatur strukturnya. Mengatur setoran modal. Membenahi perpajakan perusahaan dan pribadi. Legalitas dan perijinan juga diperbaiki. Semua dibuat sinkron. Jangan sampai perusahaannya jadi besar tapi menyisakan masalah pajak.
Ini yang disebut dengan perbaikan secara holistik. Dan wajib dilakukan. Karena kita menargetkan perusahaan harus bisa IPO sesuai jadwal yang kita rencanakan. Jadi pada dasarnya perusahaan kita benahi dengan standar IPO sejak hari pertama. Ribet. Tapi sekali kerja. Itupun pada saat pre-IPO dan due diligence oleh otoritas masih saja ditemukan beberapa hal yang tetap harus dibenahi ulang.
… sehingga siap untuk menjadi korporasi menengah/besar dan/atau go public dalam waktu 2 hingga 5 tahun.
Kenapa harus IPO? Ini adalah pertanyaan yang lazim diajukan. Jawabannya adalah karena kita ingin membesarkan perusahaan sebagai korporasi, dengan standar internasional. Jadi IPO bukan tujuan, tapi pada dasarnya standar yang kita gunakan. Dan belum tentu ujungnya adalah go public, bisa jadi kita akan mendapatkan strategic investor dari luar negeri, misalnya. Di luar IPO.
Emang seberapa sulit IPO itu?
Sebagai gambaran, pada saat mengurus kredit bank sebesar 30-an milyar di IDeA, kami membutuhkan waktu sekitar 1 bulan untuk disetujui. Dan asal tahu saja, waktu akad kredit dan pencairan, sertifikat yang kita jaminkan masih belum selesai, alias masih dalam proses. Jadi bank hanya memegang cover note dari notaris bahwa sertifikat sedang diurus di BPN. Tapi kredit bisa cair berkat kepercayaan bank kepada Asiavesta Capital. Dan tentu saja terhadap prospek IDeA.
Alhamdulillah untuk pinjaman bank secara komersil kami sudah sangat berpengalaman dan memiliki banyak koneksi. Proses pun cukup cepat dan mudah. Kami bahkan sudah terbiasa memproses, menggunakan dan melunasi kredit senilai ratusan milyar. Alhamdulillah reputasi kami cukup terjaga di perbankan.
Saat kami mau IPO, persiapan kami lakukan sejak bulan Oktober 2020. Pendaftaran ke otoritas (BEI dan OJK) di bulan Februari 2021. Akhirnya kita berhasil melantai di bursa bulan September. Hampir setahun waktu kita mempersiapkan diri dan menjalani due diligence oleh OJK dan BEI. Tahu berapa jumlah uang yang kita dapat? 30 Milyar. Sama saja dengan kredit yang bisa kita urus dalam 1 bulan.
Kredit bank bisa kita dapatkan dengan cukup hanya membayar provisi di bawah 1%, namun untuk go public kita mengeluarkan biaya sampai sekitar 10% dari nilai emisi. Dengan perbandingan waktu 1 bulan dan 1 tahun, serta sangat menyita waktu, energi, pikiran dan emosi.
Jadi kalau kalau sekedar fundraising atau mendapatkan dana, IPO akan sangat mahal. Bisa jadi tidak sepadan. Tapi ternyata bahkan saat proses IPO dan sebelum kita resmi listing, kita telah merasakan manfaat yang luar biasa:
- Standar perusahaan kita sudah fully compliant baik secara legal maupun keuangan. Bukan hanya diakui di level nasional tapi di level internasional, yang artinya mau investor asing masuk pun kita siap. Kita bahkan sudah siap-siap menjadi perusahaan pelatihan di bidang hospitality pertama yang mendapat sertifikasi ISO. IDEA bahkan menetapkan visi barunya sebagai World Class Hospitality Company. Dan ini bukan sekedar slogan atau gaya-gayaan. Beneran world class!
- Dengan menyandang status Tbk (padahal belum resmi listing sekalipun), kami sudah mendapat banyak sekali tawaran kerja sama dari perusahaan-perusahaan besar. Beberapa dari klien lama. Tapi tiba-tiba saja kami menjadi lebih “terlihat kinclong” dibanding sebelumnya, dan membuat mereka tertarik untuk meningkatkan hubungan sebagai partner yang sejajar, bukan sekedar supplier-customer.
- Dengan listing di bursa, IDeA berhasil “menguangkan” intangible asset. Aset yang selama ini tidak nampak di neraca seperti pengalaman, sumber daya manusia, sistem dan lain sebagainya sudah diakui secara resmi oleh pasar dalam bentuk agio saham, tepatnya dalam bentuk nilai pasar perusahaan yang jauh melebihi nilai setoran modalnya.
Banyak manfaat lain yang kami rasakan dengan IPO. Sekali lagi, IPO bukanlah tujuan. Masuk bursa bukan tujuan. Dapat investor strategis dari luar negeri juga bukan tujuan. Itu semua adalah jalan. Jalan untuk membesarkan perusahaan. Karena semakin besar perusahaan, akan semakin bisa memberikan manfaat. Bagi orang banyak. Bagi bangsa. Bagi negara. Bagi umat manusia. InsyaAllah.
