Public Expose atau disebut juga Paparan Publik, adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh perusahaan terbuka. Tujuan dari public expose adalah untuk memberikan informasi yang transparan kepada pemangku kepentingan (stakeholders) perusahaan, seperti investor, karyawan, pelanggan, dan masyarakat umum. Paparan publik dilakukan oleh perusahaan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan BEI Nomor I-E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi Perusahaan Publik.

Sebagaimana didefinisikan oleh BEI, pemaparan umum kepada publik bertujuan agar informasi mengenai kinerja perusahaan tersebar secara merata. Public Expose merupakan bagian transparansi atau keterbukaan perusahaan yang sahamnya sudah tercatat di bursa.

 

Materi Public Expose

Ada beberapa informasi yang biasanya dipaparkan dalam Public Expose oleh perusahaan, antara lain:

  1. Kegiatan Operasional Perusahaan

Dalam Public Expose, perusahaan akan memaparkan biografi dan pengenalan perusahaan. Mulai dari riwayat perusahaan sejak awal berdiri, hingga keadaaan perusahaan saat ini.

Perusahaan akan membagikan informasi tentang kinerja keuangan seperti pendapatan, laba, arus kas, dan posisi keuangan mereka. Ini mencakup laporan keuangan tahunan, informasi tentang pertumbuhan pendapatan, margin keuntungan, dan rasio keuangan lainnya. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang kondisi perusahaan kepada pemangku kepentingan dan masyarakat umum.

  1. Proyeksi dan Strategi Bisnis

Perusahaan mungkin memaparkan proyeksi bisnis jangka pendek dan jangka panjang mereka, termasuk rencana pertumbuhan, inisiatif strategis, dan target kinerja di masa depan. Ini memberikan pemangku kepentingan informasi tentang arah perusahaan dan rencana masa depan. Melalui Public Expose emiten akan menyampaikan kinerja dan rencana emiten ke depan. Acara tersebut akan dihadiri secara langsung oleh top manajemen emiten. Peserta akan punya kesempatan untuk mendengarkan paparan manajemen dan bertanya sekaligus mendengar secara langsung jawaban dari manajemen.

  1. Inovasi dan Produk Baru

Perusahaan dapat membagikan informasi tentang produk atau layanan baru yang akan diluncurkan atau sedang dalam pengembangan. Ini bisa mencakup fitur, manfaat, tanggal peluncuran, dan strategi pemasaran terkait.

  1. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)

Perusahaan harus memaparkan upaya tanggung jawab sosial mereka, termasuk program keberlanjutan, kegiatan filantropi, inisiatif lingkungan, dan upaya sosial lainnya. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan dampak positif pada masyarakat.

  1. Penghargaan dan Prestasi

Perusahaan dapat membagikan informasi tentang penghargaan yang mereka terima, prestasi bisnis yang signifikan, atau pengakuan industri lainnya. Ini membantu memperkuat citra perusahaan dan membangun kepercayaan di antara pemangku kepentingan.

  1. Peristiwa Penting

Jika terjadi peristiwa penting seperti perubahan kepemimpinan, akuisisi atau penggabungan, restrukturisasi organisasi, atau masalah hukum yang signifikan, perusahaan akan memaparkannya kepada publik. Tujuannya adalah untuk memberikan klarifikasi, mengelola persepsi, dan memberikan informasi yang akurat tentang situasi tersebut.

Perusahaan harus memastikan bahwa informasi yang mereka paparkan dalam Public Expose adalah akurat, jujur, dan relevan bagi pemangku kepentingan. Transparansi yang baik dalam mengomunikasikan informasi ini membantu membangun hubungan yang kuat dengan pemangku kepentingan dan memelihara kepercayaan terhadap perusahaan.

 

Tujuan Public Expose

Beberapa tujuan dari Public Expose bagi perusahaan, yaitu:

  1. Transparansi

Public Expose memungkinkan perusahaan untuk menjaga transparansi dengan pemangku kepentingan perusahaan, seperti investor, karyawan, pelanggan, dan masyarakat umum. Dengan memberikan informasi yang jelas dan akurat, perusahaan menciptakan kepercayaan, membangun dan menjaga hubungan yang baik dengan pemangku kepentingan tersebut.

  1. Keterlibatan Pemangku Kepentingan

Public Expose memberikan kesempatan bagi pemangku kepentingan untuk terlibat dan memahami lebih dalam tentang kegiatan dan perkembangan perusahaan. Dengan dilakukannya Public Expose, perusahaan membantu menciptakan rasa kepemilikan, meningkatkan keterlibatan, dan memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan.

  1. Membangun Citra Perusahaan

Public Expose membantu perusahaan membangun citra yang positif di mata pemangku kepentingan. Dengan menyampaikan informasi secara terbuka dan jujur, perusahaan dapat memperkuat reputasinya sebagai perusahaan yang terpercaya dan bertanggung jawab.

  1. Mengumpulkan Dukungan dan Investasi

Public Expose juga bertujuan untuk menarik minat investor dan mendapatkan dukungan dari pemangku kepentingan lainnya. Hal ini dikarenakan cakupan paparan publik tidak terbatas hanya untuk pemangku kepentingan dalam perusahaan saja, tetapi juga masyarakat umum yang bisa menjadi investor perusahaan. Melalui paparan yang baik, perusahaan dapat menunjukkan potensi pertumbuhan, keunggulan kompetitif, dan rencana bisnis yang menarik bagi calon investor dan mitra potensial.

  1. Membangun Kepercayaan Pelanggan

Dengan memaparkan informasi tentang inovasi, produk baru, atau tanggung jawab sosial perusahaan, Public Expose membantu perusahaan membangun kepercayaan pelanggan. Pelanggan akan merasa lebih percaya dan yakin dalam memilih produk atau layanan dari perusahaan yang transparan dan bertanggung jawab.

  1. Kepatuhan Regulasi

Perusahaan juga perlu memastikan bahwa mereka mematuhi regulasi dan persyaratan hukum terkait dengan pengungkapan informasi kepada publik. Public Expose membantu perusahaan memenuhi kewajiban mereka dalam hal ini dan memastikan bahwa informasi yang diungkapkan sesuai dengan aturan yang berlaku di peraturan I-E tentang kewajiban penyampaian informasi.

Secara keseluruhan, tujuan utama Public Expose adalah membangun kepercayaan, menjaga hubungan yang baik dengan pemangku kepentingan, dan memastikan transparansi dalam komunikasi perusahaan.

 

Tata Cara Melakukan Public Expose

Sesuai dengan Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia, tentang tata cara pelaksanaan Public Expose tahunan, perusahaan wajib menyampaikan keterbukaan informasi mengenai rencana penyelenggaraan Public Expose paling lambat 10 hari sebelum penyelenggaraan Public Expose. Informasi tersebut juga harus memuat tanggal dan jam penyelenggaraan, tempat penyelenggaraan, dan direktur yang akan hadir pada Public Expose.

Tempat penyelenggaraan Public Expose juga dilaksanakan di kantor Bursa atau di tempat lain, pada waktu dan tempat yang memungkinkan kehadiran para pemodal, analis, fund manager, wakil Anggota Bursa Efek dan media massa. Saat ini, Public Expose bisa dilakukan secara hybrid, secara online dengan menontonnya dari rekaman live streaming dan offline atau datang langsung menuju lokasi yang ditentukan perusahaan melalui undangan.

Perusahaan juga wajib menyampaikan kepada Bursa laporan pelaksanaan Public Expose paling lambat 3 hari setelah pelaksanaan Public Expose. Penyampaian tersebut diikuti dengan ringkasan pertanyaan peserta Public Expose dan jawaban dari Perusahaan serta resume hasil Public Expose tersebut. Perusahaan juga harus melampirkan salinan daftar hadir.

Jika Public Expose yang dilakukan adalah Public Expose insidentil, maka perusahaan tetap harus melakukan tata cara sesuai Public Expose tahunan, namun batas waktu penyampaian dan lingkup materinya bisa kurang dari 10 hari sesuai dengan permintaan bursa secara tertulis atau sarana lain yang ditetapkan oleh bursa.

Demikian pengertian dari Public Expose, paparan publik yang harus dilakukan oleh Perusahaan Terbuka. Sebagai informasi, salah satu investee Asiavesta dengan kode saham RELF, melakukan Public Expose yang dilakukan pada 31 Mei 2023 di Amana Venue, Jagakarsa. Semoga dengan artikel ini bisa menambah pengetahuan lebih banyak lagi dan membantumu mengenal apa itu Public Expose lebih dalam ya!

(Disarikan oleh: Lavy El Harisy)