Memanfaatkan Momentum. Ceritanya, kami sedang melakukan proses Go Public/IPO salah satu anak usaha. Setelah kick off meeting dengan semua profesi penunjang, kami dihadapkan pada pilihan metode restrukturisasi: memilih entitas mana yang akan dijadikan emiten, serta bagaimana struktur yang tepat.

Oleh: AM. Sadat

Cukup kompleks karena harus mempertimbangkan banyak hal. Mulai model bisnis terbaik bagi perusahaan, valuasi tertinggi bagi pemegang saham, manfaat bagi para stakeholder, pertimbangan potensi/konsekuensi pajak, proses akuisisi dan/atau merger yang paling efisien, hingga waktu yang paling masuk akal.

Seringkali memutuskan hal seperti ini butuh waktu hingga 1 atau 2 bulan karena harus mempertimbangkan banyak hal dan berkonsultasi dengan banyak profesi. Tapi ternyata kami bisa memutuskan hanya dalam waktu 2 minggu saja.

Kok bisa?

Berkat Zoom meetings. Di mana kami bisa meeting dan koordinasi kapan saja, dengan waktu yang fleksibel. Beberapa kali meeting diadakan dengan pihak-pihak terkait yang sedang berada di luar kota bahkan di luar negeri. Meeting tetap bisa diadakan, informasi didapat, dan keputusan bisa diambil. Saya bayangkan betapa rumitnya seandainya proses IPO ini kami lakukan 2 atau 3 tahun lalu.

Pandemi memaksa kita untuk maklum dengan kondisi yang serba terbatas. Tiba-tiba semua orang familiar dengan video conference, dan kita terbiasa menelaah, mengedit dan membagikan dokumen secara online. Kita jadi terbiasa mengambil kesimpulan atau keputusan melalui video conference. Hal yang dulu seakan-akan hanya “sah” bila dilakukan dengan pertemuan tatap muka.

Dengan singkatnya beberapa proses pengambilan keputusan membuat kami optimis bahwa proses IPO ini bisa kita selesaikan dalam waktu 6-8 bulan seperti yang kita rencanakan. InsyaAllah. Jauh lebih singkat dari biasanya yang membutuhkan hingga 1 tahun, bahkan lebih.

Ini adalah salah satu berkah pandemi. Atau tepatnya, berkah karena bisa memanfaatkan momentum pandemi.

Sebenarnya keputusan mempercepat Go Public – yang rencana semula di tahun 2025 – menjadi tahun ini juga merupakan berkah pandemi. Hasil memanfaatkan momentum juga. Akibat pandemi, beberapa alternatif pendanaan yang semula kita andalkan untuk ekspansi perusahaan tidak tercapai, sehingga Manajemen terpaksa putar otak, hingga akhirnya ketemulah solusi Go Public melalui IPO ini. Pilihan yang cukup nekad. Tapi kami yakin karena merasa cukup siap. Memang bukan IPO besar karena nilainya di bawah 50 Milyar (Papan Pengembangan), tapi tetap merupakan pencapaian besar bagi perusahaan.

Beberapa praktisi pasar modal menyatakan bahwa IPO di saat pandemi ini merupakan pilihan yang tepat karena banyaknya dana yang mengguyur pasar modal Indonesia. Terbukti dengan kembalinya nilai IHSG ke level sebelum pandemi, dan meningkatnya investor lokal hingga 3,8 juta (naik 50% atau lebih besar dari penambahan 4 tahun terakhir), dan peningkatan transaksi harian di pasar modal mencapai 9T atau naik 32% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu Indonesia juga mencatat rekor IPO terbanyak di Asia Tenggara dengan mencatatkan 51 emiten baru sepanjang 2020.

Bagi perusahaan, proses IPO ini akhirnya dijadikan momentum untuk sekaligus memperbaiki sistem operasional yang memang sudah kita tata dengan serius selama 2 tahun terakhir. Bersamaan dengan itu, perusahaan juga berhasil mencatatkan beberapa prestasi besar selama setahun terakhir. Yang akhirnya semuanya menciptakan momentum, bersamaan dengan perubahan status menjadi perusahaan publik.

Seperti kita ketahui, keberhasilan bisnis sangat ditentukan oleh faktor-faktor seperti ide bisnis, modal, tim/eksekusi, bisnis model dan momentum. Dan diantara itu semua, kemampuan memanfaatkan momentum merupakan faktor yang paling bisa melejitkan kesuksesan. Baru disusul faktor tim/eksekusi, model bisnis, modal, baru ide. Momentum adalah titik bertemunya peluang dengan kesiapan.

Tentu banyak cara memanfaatkan momentum – termasuk momentum pandemi ini. Bagi kami di Asiavesta Group salah satu yang akan kami lakukan adalah meng-IPO kan 2 anak perusahaan sekaligus di tahun ini. InsyaAllah. Ini sesuai dengan misi kami untuk mengembangkan anak usaha secara eksponensial, salah satunya melalui pasar modal. Semoga lancar. Amin.