Investor domestik memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan pasar modal di Indonesia. Menurut data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada bulan Juli 2023, mayoritas investor domestik berasal dari pulau Jawa dan DKI Jakarta.
Pada bulan Juli 2023, jumlah total SID (Single Investor Identification) di Indonesia mencapai 11.420.000. SID merupakan identifikasi tunggal yang diberikan kepada setiap investor di pasar modal Indonesia, sehingga memungkinkan untuk melakukan pelacakan aktivitas investasi dengan lebih akurat.
Sebaran di Berbagai Pulau
JAWA & DKI Jakarta
Pulau Jawa dan DKI Jakarta, memiliki peran sentral dalam aktivitas pasar modal Indonesia. Data menunjukkan bahwa sekitar 68,84% dari total SID berada di wilayah ini. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan partisipasi investor domestik dalam berinvestasi di wilayah ini.
SUMATERA
Sementara itu, Pulau Sumatera menyumbang sekitar 16,67% dari total SID di Indonesia. Meskipun persentasenya lebih rendah daripada Jawa, namun jumlah ini tetap signifikan. Ini menandakan bahwa meskipun lebih rendah dari Jawa, Sumatera tetap menjadi daerah dengan partisipasi investasi yang cukup besar.
KALIMANTAN
Pulau Kalimantan memiliki kontribusi sebesar 5,27% terhadap total SID di Indonesia. Meskipun persentasenya lebih rendah, namun angka ini mencerminkan potensi pertumbuhan pasar modal di wilayah Kalimantan.
SULAWESI
Pulau Sulawesi memiliki kontribusi sebesar 4,71% dari total SID di Indonesia. Angka ini lebih kecil dibandingkan dengan pulau-pulau sebelumnya, namun Sulawesi tetap memiliki pangsa pasar modal yang layak diperhatikan.
BALI, NTT, NTB
Wilayah yang mencakup Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki kontribusi sebesar 3,43% terhadap total SID di Indonesia.
MALUKU & PAPUA
Wilayah Maluku dan Papua memiliki kontribusi yang paling rendah, yaitu sebesar 1,07% dari total SID di Indonesia.
Data sebaran investor domestik di Indonesia menunjukkan bahwa wilayah Jawa & DKI Jakarta memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap aktivitas pasar modal di negara ini. Namun, sebaran yang merata di berbagai pulau menunjukkan bahwa minat dan partisipasi investor tidak terbatas hanya pada wilayah tertentu. Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan bahwa hal ini diraih berkat kolaborasi dan sinergi yang baik antara OJK, Self-Regulatory Organization (SRO) serta seluruh stakeholders pasar modal Indonesia dalam kegiatan edukasi pasar modal di seluruh Indonesia. Sebagian besar kegiatan ini juga didukung oleh GI (Galeri Investasi) BEI sebagai tempat edukasi dan inklusi pasar modal agar masyarakat bisa mendapatkan pengetahuan, informasi, serta praktik investasi di pasar modal.
Disarikan oleh: Dody Arifianto
Digubah oleh: Andi Aziza Zhafira
