Dilansir dari Investopedia, investor adalah individu maupun sebuah entitas (misalnya perusahaan atau mutual funds) yang memberikan uang atau modalnya dengan harapan bahwa mereka akan menerima imbalan secara finansial.

Sementara itu menurut kbbi.web.id, investor adalah penanam uang atau modal. Investor juga bisa diartikan sebagai orang yang menanamkan uangnya ke sebuah usaha dengan tujuan meraih keuntungan.

Jadi, bisa diartikan investor adalah individu atau perusahaan yang menginvestasikan sejumlah dana yang dimiliki ke dalam perusahaan atau instrumen investasi dengan harapan memperoleh keuntungan dari kenaikan nilai investasi atau imbal hasil dari investasi yang dilakukan. Kinerja investor secara tidak langsung membantu pertumbuhan perekonomian negara.

Dalam melakukan investasi, investor bergantung pada berbagai instrumen keuangan yang berbeda-beda untuk memperoleh tingkat pengembalian (rate of return), mengambil resiko investasi namun tetap bertujuan untuk mengambil keuntungan (risk appetite), atau hanya untuk sekedar mencapai sasaran keuangan.

Saat melakukan investasi, ada investor yang cenderung lebih memilih investasi dengan risiko rendah dengan return yang tidak terlalu tinggi. Ada juga investor yang memiliki tingkat toleransi risiko yang tinggi. Artinya, ia justru sengaja memilih melakukan investasi dengan risiko tinggi untuk mendapatkan return yang tinggi pula.

Ketika akan menjadi seorang investor, seseorang membutuhkan modal untuk berinvestasi. Selain itu, investor harus selalu siap menghadapi risiko kerugian. Jadi, apakah tujuan menjadi seorang investor itu?

Seorang investor menginvestasikan modal atau uangnya dengan tujuan memperoleh keuntungan yang besar atau maksimal, terlepas dari segala risiko yang ada. Investor dapat melakukan diversifikasi investasi, atau bisa disebut penganekaragaman usaha. Kegiatan tersebut dilakukan agar terhindar dari ketergantungan terhadap kegiatan, produk, jasa, atau investasi yang tunggal. Kegiatan tersebut dilakukan dengan cara membentuk portofolio berisi keuntungan yang diharapkan dan risiko yang bisa ditanggung.

Jenis – Jenis Investor

Ada berbagai jenis investor yang bisa dijadikan pilihan atau membuat kesepakatan untuk membantu mengembangkan suatu usaha. Ingin tahu lebih lanjut? Berikut adalah penjelasannya.

1.     Teman dan Keluarga

Pada tahap awal usaha dimana seorang pengusaha belum memiliki akses ke investor besar, jenis investor satu ini adalah investor yang potensial pada tahap awal perintisan bisnis. Teman dan Keluarga termasuk kedalam jenis investor perseorangan, yang berarti tidak terikat dengan badan hukum. Umumnya, uang dari teman dan keluarga memang tidak sejumlah investor besar. Namun, jika teman dan keluarga sulit untuk memberikan kepercayaan uangnya pada ide bisnis yang dikembangkan, besar kemungkinan investor besar tidak memiliki keinginan untuk berinvestasi juga.

2.     Angel Investor

Angel investor adalah istilah untuk investor yang bersedia menginvestasikan uangnya pada suatu ide bisnis atau bisnis kecil yang baru dimulai. Menurut Investopedia, angel investor adalah seorang individu dengan aset kekayaan yang tinggi dan memberikan dukungan pendanaan kepada perusahaan rintisan seperti startup.

Untuk pendanaannya, biasanya investor jenis ini akan memberikan bantuan modal hanya sekali kepada startup. Wajar saja jika dinamakan sebagai Angel Investor. Sebab, investor yang satu ini bertujuan untuk membantu startupdalam pembangunannya. Untuk tujuannya, angel investor memiliki risiko yang cukup tinggi untuk berinvestasi kepada startup. Namun jika investasinya berhasil, Investor akan mendapatkan tingkat keuntungan yang sangat tinggi.

3.     Venture Capital

Venture Capital merupakan lembaga keuangan yang melakukan investasi ke berbagai macam perusahaan. Venture Capital akan memberikan modal kepada perusahaan yang diyakini memiliki potensi besar jangka panjang  dan mengharapkan pengembalian dana Investasi di atas rata-rata.

Dari berbagai macam investor yang ada, venture capital adalah jenis investor dengan pemberian dana investasi cukup besar. Karenanya, venture capital biasanya menjadi incaran usaha-usaha kecil atau startup. Selain jumlah dananya yang besar, venture capital juga mampu membuat suatu usaha kecil mendapatkan kredibilitas dan visibilitas yang lebih besar.

4.     Private Equity

Private Equity adalah investor yang secara langsung berinvestasi kepada perusahaan Investee, atau terlibat dalam pembelian perusahaan publik. Investor jenis ini akan menyediakan modal untuk digunakan sebagai pengembangan usaha, akuisisi, biaya riset dan operasional. Umumnya Private Equity berinvestasi dalam bisnis dengan tujuan meningkatkan nilainya dari waktu ke waktu sebelum akhirnya melakukan divestasi dengan menjual kepemilikan sahamnya di perusahaan untuk mendapatkan keuntungan.

Serupa dengan venture capitalPrivate Equity berinvestasi pada perusahaan swasta yang memiliki prospek menjanjikan. Investor ini akan membantu perusahaan untuk bertransformasi menjadi skala bisnis yang lebih besar.

5.     Investment Company

Investment Company adalah perusahaan swasta atau publik yang menginvestasikan sejumlah modal tertentu kepada perusahaan Investee dengan harapan imbalan atas keuntungan perusahaan. Tidak hanya terbatas pada penyetoran modal, investment company juga membantu restrukturasi perusahaan. Sebuah perusahaan yang mendapatkan investasi dari Investment company juga berpeluang mendapatkan pendanaan lanjutan melalui Initial Public Offering(IPO). (Baca juga: Pengertian Initial Public Offering (IPO) Simak Manfaat dan Tujuan, Cara Kerja, Hingga Proses Tahapannya).

Salah satu contoh perusahaan investasi adalah Asiavesta Strategic Investment. Perusahaan yang berdiri sejak 2008 ini aktif dalam berinvestasi di perusahaan skala menengah yang sudah berusia di atas 5 tahun. Asiavesta adalah investor sekaligus partner strategis yang berinvestasi pada usaha skala menengah yang sudah mapan, memiliki bisnis yang kuat dan unik, potensi pertumbuhan dan dampak yang besar, serta ingin bertransformasi menjadi korporasi besar dengan cara anorganik.

Itu dia penjelasan secara lengkap mengenai investor, termasuk definisi, hingga jenis-jenisnya lewat fungsinya yang berbeda-beda. Semoga informasi di atas bisa membantumu memahami dengan lebih baik apa yang dilakukan oleh seorang investor bagi sebuah bisnis, ya!

Semoga bermanfaat!

(Disarikan oleh: Lavy El Harisy)