Investasi bukan lagi hal asing bagi para milenial, terutama dengan meningkatnya edukasi tentang investasi. Salah satu instrumen yang menarik perhatian banyak milenial adalah investasi saham. Meskipun terlihat menantang, namun penting untuk memahami strategi dan pilihan investasi sebelum langsung terjun.

Investasi Saham

Jika kamu memilih investasi saham langsung, artinya kamu akan menjadi manajer dana sendiri. Prosesnya dimulai dengan membuka rekening di perusahaan efek, menempatkan deposito di bank mitra, dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini memerlukan waktu dan pemahaman teknik trading untuk memantau pergerakan saham.

Keuntungan

  • Potensi return lebih tinggi karena kamu dapat memilih sendiri saham yang diinginkan.
  • Biaya lebih rendah, hanya perlu membayar fee perusahaan efek, bukan management fee seperti reksa dana.

Risiko

  • Tingkat risiko lebih tinggi karena semua keputusan ada di tangan investor.
  • Memerlukan pemahaman teknis dan waktu untuk memantau pergerakan saham.

 

Reksa Dana

Reksa dana saham merupakan alternatif bagi investor yang ingin memiliki saham dengan mudah tanpa analisis khusus. Dana dikelola oleh manajer investasi profesional, membuatnya lebih pasif dan cocok untuk mereka yang tidak memiliki waktu atau pengetahuan yang cukup.

Keuntungan

  • Risiko lebih rendah karena dikelola oleh manajer investasi berpengalaman.
  • Potensi return yang baik tanpa perlu terlibat langsung dalam pengelolaan.

Risiko

  • Keputusan investasi ada di tangan manajer investasi, membuat investor lebih pasif.

 

Adapun beberapa pertimbangan lainnya untuk investasi saham atau reksa dana yaitu:

  • Minimum uang yang harus disiapkan untuk investasi saham langsung biasanya lebih tinggi (sekitar Rp5 juta), sementara reksa dana bisa dimulai dengan Rp100 ribu.
  • Ada pajak final pada penjualan saham dan dividen untuk investasi saham, sementara reksa dana tidak dikenakan pajak.
  • Proses pencairan dana investasi saham lebih cepat (T+2), sedangkan reksa dana membutuhkan waktu 3-7 hari kerja.

 

Pilihannya tergantung pada kebutuhan dan keleluasaan waktu setiap investor. Bagi yang tidak ingin repot dengan risiko dan keputusan investasi, reksa dana menjadi pilihan tepat. Sementara itu, bagi yang memiliki kemampuan analisis dan strategi investasi, serta siap menghadapi risiko lebih tinggi, investasi saham bisa menjadi pilihan yang menguntungkan.