Apa itu Resesi Ekonomi? Inilah Pengertian, Penyebab dan Dampaknya Bagi Perusahaan. Resesi terjadi saat aktivitas ekonomi mengalami penurunan yang signifikan dalam waktu stagnan dan lama, mulai dari berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Keadaan itu terus menimbulkan dampak dalam kehidupan masyarakat.
Resesi dinilai sebagai awan gelap dalam perekonomian setiap negara. Sebab kondisi ini mengganggu stabilitas ekonomi tak hanya bagi negara melainkan juga bagi masyarakat sebagai individu. Utamanya bisa mengganggu kesejahteraan secara sosial di tingkat masyarakat.
Resesi adalah dimana kondisi ekonomi negara sedang memburuk. Hal itu terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) negative, pengangguran meningkat, hingga pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.
Pada umumnya, resesi terjadi saat ekonomi disuatu negara tumbuh negatif pada dua kuartal beruntun. Seperti yang diketahui, pada tahun 2020 lalu dunia mengalami resesi akibat terjadinya pandemic Covid-19. Sehingga menyebabkan berkurangnya beberapa lapangan pekerjaan serta tidak sedikit pegawai yang dirumahkan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan seluruh negara di dunia diprediksi akan terjun berjamaah ke dalam jurang resesi. Hal ini tak lain sebagai akibat dari kenaikan suku bunga sejumlah negara maju yang berdampak telak pada ekonomi di negara-negara tersebut.
“Kalau bank sentral di seluruh dunia meningkatkan suku bunga cukup ekstrim dan bersama-sama, dunia mengalami resesi di 2023,” ujarnya, dalam Konferensi Pers APBN KITA Agustus, dikutip Kamis (29/8).
Namun demikian, apa dampak nyata dari resesi ekonomi yang berpotensi besar terjadi di 2023? Berikut ulasannya:
Apa itu Resesi Ekonomi? Inilah Pengertian, Penyebab dan Dampaknya Bagi Perusahaan
Berikut ini beberapa hal tentang resesi yang sudah dilansir dari berbagai sumber:
- Guncangan Ekonomi
Adanya guncangan ekonomi yang mendadak, seperti saat dunia dilanda pandemic Covid-19 adalah salah satu penyebab dari resesi ekonomi. Hal ini ditandai dengan lemahnya daya beli masyarakat akibat kesulitan finansial.
- Perkembangan Teknologi
Resesi tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi saja, tapi juga berkaitan dengan berkembangnya teknologi. adanya revolusi industri membuat Artificial Intelligence (Al) dan juga robot akan menggantikan banyak dari pekerjaan manusia. Jika hal ini terjadi, maka akan banyak pekerja yang berpotensi dirumahkan dan menjadi pengangguran sehingga resesi tidak dapat dihindarkan.
- Inflasi
Pada tahun 2020 lalu dunia telah mengalami resesi akibat Covid-19, sekarang resesi ekonomi dapat terjadi karena tingginya angka inflasi akibat harga sejumlah komoditas energi yang melambung.
- Deflasi
Tidak hanya karena adanya inflasi, deflasi juga bisa menyebabkan resesi ekonomi. Deflasi ini ditandai dengan menurunnya harga barang ataupun jasa. Jika dilihat sekilas deflasi dapat meningkatkan daya beli masyarakat, akan tetapi jika terjadi secara berlebih maka akan merugikan penyedia jasa dan barang.
- Tingginya suku bunga
Inflasi yang melambung tinggi menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunganya. Permasalahannya, dua hal tersebut dapat diperparah dengan daya beli yang mulai menurun dan dapat menjadi pemantik terjadinya resesi ekonomi.
Ciri-Ciri Resesi Ekonomi
- Pertumbuhan ekonomi yang negatif
Resesi ekonomi dapat terjadi Ketika pertumbuhan ekonomi di suatu negara berlangsung secara negatif hingga pada angka dua kuartal berturut-turut. Kondisi ini umumnya terjadi karena dipengaruhi oleh ketidakstabilan dari investasi, pendapatan nasional, konsumsi, pengeluaran, hingga ekspor-impor. Jika hal tersebut terjadi terus-menerus dalam jangka waktu yang lama, maka resesi akan sulit untuk dihindari.
- Produksi dan konsumsi yang tidak seimbang
Jika kegiatan produksi berlebih, maka stok sebuah barang akan terus menumpuk. Sementara itu, jumlah konsumsi yang lebih banyak dengan produksi akan berpotensi mendorong impor yang besar-besaran. Kondisi produksi dan konsumsi yang tidak seimbang, maka dapat menyebabkan pengeluaran melambung tinggi dan laba perusahaan di dalam negeri semakin menipis.
- Menurunnya lapangan kerja
Menurunnya lapangan pekerjaan membuat meningkatnya angka pengangguran dan menunjukkan lemahnya pertumbuhan ekonomi dari suatu negara. Jika hal ini terjadi, maka akan menyebabkan tingkat kriminalitas yang tinggi. Karena semakin banyak perbuatan kriminal negara, maka dapat membuat investor kehilangan kepercayaan untuk menanamkan modal dan pada akhirnya suatu negara berpeluang untuk jatuh ke jurang resesi.
Dampak Resesi Ekonomi
- Dampak untuk perusahaan
Bisnis berpotensi bangkrut saat terjadi resesi. Ketika terjadi resesi, daya beli masyarakat menurun dan pendapatan perusahaan akan semakin kecil. Kondisi ini yang akan mengancam kelancaran arus kas.
Perang harga lantas menjadi opsi perusahaan agar terhindar dari kebangkrutan. Namun, Langkah ini membuat keuntungan akan menurun dan harus ditambal dengan melakukan efisiensi.
Kondisi ekonomi yang buruk menjadi rentan bagi perusahaan mengalami kebangkrutan. Resesi ekonomi ini memicu menggerus sumber daya riil, krisis kresit dan jatuhnya harga aset berbasis utang.
Saat daya beli masyarakat menurun, potensi perusahaan untuk meningkatkan pendapatan pun semakin kecil. Kondisi inilah yang akan mengancam kelancaran arus kasnya.
Maka, ketika bisnis merosot atau gagal bertahan saat terjadi resesi perusahaan bisa mengalami penurunan pendapatan secara drastis. Turunnya pendapatan ini memicu banyak efek buruk lain yang mengancam pekerjanya.
PHK sebagian karyawan atau secara massal menjadi mimpi buruk dari dampak resesi. Bagi mereka yang menjadi korban PHK pasti akan sulit memenuhi kebutuhannya karena kehilangan pendapatan.
- Dampak untuk pemerintah
Resesi membuat pendapatan negara dari pajak dan non pajak menjadi lebih rendah. Ini karena penghasilan masyarakat menurun hingga harga properti yang anjlok dan akhirnya memicu rendahnya jumlah PPN ke kas negara.
Ketika pendapatan negara sedang merosot, pemerintah tetap dituntut membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya karena jumlah pengangguran yang meningkat. Akibatnya, pinjaman ke bank asing akan meningkat juga.
Angka pengangguran yang meningkat menjadi beban baru bagi pemerintah saat terjadi resesi ekonomi. Dalam kondisi serba sulit pemerintah harus menjadi penopang dan menghasilkan solusi untuk segera mengakhiri resesi.
Dalam kondisi ini, pemerintah pun membutuhkan anggaran untuk berbagai masalah yang muncul. Namun di sisi lain penerimaan negara juga turun karena objek pajaknya mengalami penurunan kinerja.
Artinya, keuangan negara juga dalam kondisi yang tidak baik. Tak jarang dalam kondisi ini pemerintah terpaksa menarik utang demi membiayai kebutuhan masyarakatnya.
- Dampak ke pekerja
Menutup area bisnis yang kurang menguntungkan dan memotong biaya operasional berarti melakukan PHK kepada banyak pekerja. Jika banyak terjadi PHK,berarti pengangguran semakin meningkat. Padahal, mereka dituntut untuk terus memenuhi kebutuhan hidup di tengah resesi ekonomi.
Individu sebagai pekerja sangat rentan terhadap dampak resesi. Kondisi ekonomi yang buruk mengancam para pekerja dari pemutusan hubungan kerja (PHK). Akibatnya, angka pengangguran bisa meningkat dan tak bisa memenuhi kebutuhannya.
Terlebih bagi mereka yang menjadi tulang punggung keluarga. Sehingga dampak lebih lanjutnya bisa mengganggu stabilitas sosial karena terdesak harus memenuhi kebutuhan yang tak bisa ditunda.
Pada akhirnya, pengangguran massal ini bisa mengancam tatanan sosial kehidupan masyarakat baik dalam lingkup bangsa maupun negara.
Itulah beberapa penjelasan mengenai resesi agar perusahaan dan kita siap menghadapi resesi 2023.
Apa itu Resesi Ekonomi? Inilah Pengertian, Penyebab dan Dampaknya Bagi Perusahaan
Sumber :