Dalam dunia investasi, terdapat berbagai instrumen yang dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga di pasar modal. Selain saham dan reksa dana, investor kini mempunyai pilihan instrumen investasi lainnya. Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis produk investasi baru yakni Waran Terstruktur (structured warrant) pada 19 September 2022. Bagi investor pemula, Waran Terstruktur mungkin masih terdengar asing.

Pengenalan tentang Waran Terstruktur

Waran terstruktur atau Structured Warrant merupakan efek atau instrumen turunan saham yang diterbitkan oleh Perusahaan Efek Anggota Bursa, yang memberikan hak kepada pembelinya untuk membeli atau menjual underlying securities (saham) pada harga dan tanggal yang telah ditentukan. Underlying securities yang dimaksud adalah saham-saham yang masuk dalam konstituen Indeks IDX30.

Spesifikasi Waran Terstruktur

Sebelum memahami lebih dalam manfaat dan strategi bertransaksi Waran Terstruktur, perlu memahami beberapa spesifikasi utamanya, sebagai berikut:

  1. Kode Efek: Waran Terstruktur memiliki kode efek yang menggambarkan underlying securities, perusahaan penerbit, tipe structured warrant (Call atau Put), bulan jatuh tempo, tahun jatuh tempo, dan kode unik. Contoh: ABCDXXCF0A adalah Call Warrant ABCD yang diterbitkan oleh XX Sekuritas dengan jatuh tempo pada tanggal 28 Januari 2020.
  2. Underlying: Waran Terstruktur mengacu pada saham konstituen Indeks Efek IDX30.
  3. Fraksi Harga: Harga Waran Terstruktur mengikuti fraksi harga efek bersifat ekuitas.
  4. Exercise: Exercise Waran Terstruktur dilakukan secara otomatis ketika in-the-money pada tanggal jatuh tempo dengan tunai (European style – cash settlement).
  5. Perhitungan Harga Settlement: Harga settlement adalah rata-rata harga penutupan underlying selama 5 hari sebelum tanggal jatuh tempo Waran Terstruktur.
  6. Periode Settlement: Perdagangan di pasar sekunder memiliki periode T+2, sementara penyelesaian hak (exercise) memiliki periode T+3.
  7. Jatuh Tempo Waran Terstruktur: Waran Terstruktur memiliki jatuh tempo antara 2 bulan hingga 2 tahun.
  8. Waktu Perdagangan: Waktu perdagangan mengikuti jam perdagangan efek bersifat ekuitas.
  9. Batasan Perubahan Harga: Tidak ada batasan perubahan harga maksimum untuk Waran Terstruktur.
  10. Auto Rejection: Waran Terstruktur akan ditolak jika harga perdagangan melebihi harga terakhir underlying securities.
  11. Hari Perdagangan Terakhir: Tiga hari bursa sebelum tanggal jatuh tempo untuk perdagangan di pasar reguler dan pasar negosiasi, serta satu hari bursa sebelum tanggal jatuh tempo untuk perdagangan di pasar tunai.

Manfaat Waran Terstruktur

Waran Terstruktur menawarkan sejumlah manfaat kepada investor:

  1. Leverage: Dengan modal relatif kecil, investor dapat memiliki hak untuk membeli (Call) atau menjual (Put) underlying securities pada harga dan tanggal tertentu. Potensi keuntungan cenderung lebih besar daripada underlying securities.
  2. Potensi Keuntungan Tidak Terbatas: Potensi keuntungan investor tidak terbatas dan bergantung pada pergerakan harga underlying securities. Sementara itu, potensi kerugian dibatasi pada harga Waran Terstruktur.
  3. Lindungi Nilai Investasi: Waran Terstruktur dapat digunakan sebagai sarana lindung nilai dengan mengunci harga underlying securities sesuai dengan posisi yang diambil. Pada saat jatuh tempo, Waran Terstruktur dapat dikonversi dengan underlying securities atau cash.
  4. Likuiditas Tinggi: Waran Terstruktur cenderung memiliki likuiditas tinggi karena perusahaan penerbit wajib menunjuk Liquidity Provider yang siap membeli atau menjual.

Tipe Waran Terstruktur

Terdapat dua tipe utama Waran Terstruktur:

  1. Call Warrant: Investor memiliki hak untuk membeli underlying securities pada harga dan jangka waktu tertentu.
  2. Put Warrant: Investor memiliki hak untuk menjual underlying securities pada harga dan jangka waktu tertentu.

Strategi Bertransaksi Waran Terstruktur

Strategi bertransaksi Waran Terstruktur bergantung pada prediksi harga underlying securities:

  1. Membeli Call Warrant jika memprediksi harga underlying securities akan naik.
  2. Membeli Put Warrant jika memprediksi harga underlying securities akan turun.

Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Harga Waran Terstruktur

Harga Waran Terstruktur dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk:

  1. Harga Underlying: Naiknya harga underlying securities akan mempengaruhi harga Call Warrant dan Put Warrant secara berlawanan.
  2. Exercise Price: Harga exercise yang tinggi memiliki dampak pada harga Waran Terstruktur. Call Warrant dengan harga exercise tinggi akan lebih murah daripada yang rendah, dan sebaliknya untuk Put Warrant.
  3. Volatilitas Underlying: Volatilitas underlying adalah faktor penting dalam menentukan harga Waran Terstruktur. Volatilitas historis dan implied volatility mempengaruhi harga Waran Terstruktur.
  4. Lifespan Waran Terstruktur: Semakin lama masa berlaku Waran Terstruktur, semakin tinggi harganya.
  5. Dividend Yield Underlying: Meskipun tidak berdampak langsung, dividend yield underlying mempengaruhi harga underlying, yang pada gilirannya mempengaruhi harga Waran Terstruktur.
  6. Suku Bunga: Kenaikan suku bunga mempengaruhi harga Waran Terstruktur melalui holding cost pembelian underlying.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang Waran Terstruktur dan faktor-faktor yang mempengaruhi harga, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih cerdas. Potensi keuntungan tinggi dan fleksibilitas membuat Waran Terstruktur menjadi instrumen menarik di pasar keuangan.