Investasi adalah cara seseorang untuk meningkatkan jumlah aset dan kekayaannya. Cara dan tujuan setiap orang untuk melakukan investasi berbeda-beda. Ada berbagai jenis investasi yang bisa dipilih oleh investor sesuai dengan tujuan investasi. Untuk bisa merancang dan memilih mana investasi yang tepat, seseorang perlu mengenal tentang instrumen investasi. Apa itu instrumen investasi? Simak penjelasan berikut.
Pengertian Instrumen Investasi
Instrumen investasi adalah wadah atau alat yang digunakan oleh seorang investor untuk melindungi dan mengembangkan harta atau aset miliknya. Instrumen-instrumen tersebut dapat membantu seorang investor untuk mencapai tujuan finansial sesuai jangka waktu, kebutuhan, dan tujuan keuangannya. Jenis instrumen investasi berikut bisa menjadi opsi dan variasi seorang investor untuk melakukan investasi. Berikut adalah contoh investasinya.
1. Deposito
Deposito merupakan instrument investasi yang dikeluarkan oleh bank, yang digunakan untuk menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu dengan imbal hasil yang disepakati yang nilainya di atas imbal hasil tabungan. Profil resiko dari deposito ini terbilang cukup rendah. Kerugian dari deposito adalah jika Nasabah mencairkan dana sebelum jatuh tempo, nasabah akan dikenakan penalty oleh Bank.
2. Reksa Dana
Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum Manajer Investasi. Reksa dana adalah salah satu dari bagian dari kinerja sekuritas selain sebagai penjamin emisi efek dan perantara perdagangan efek. Dana yang telah dihimpun tersebut diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam bentuk media yang lain.
Jenis reksa dana ada tiga, reksa dana obligasi, reksa dana pasar uang, dan reksa dana saham. Ketiga jenis reksa dana tersebut diawasi dan diatur oleh manajer investasi khusus yang sudah memiliki sertifikat oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Untuk memulai investasi dengan reksa dana sendiri, perlu diperhatikan tujuan investasinya. Biasanya, manajer investasi sudah mengumumkan tujuan dan arah pengelolaan dana yang dihimpun.
Bentuk hukum reksa dana dapat berupa perseroan atau berupa Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Selain itu reksa dana juga dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu reksa dana tertutup dan reksa dana terbuka. Reksa dana terbuka adalah reksa dana yang dapat dibeli dan dijual sewaktu-waktu setiap hari bursa.
3. Sukuk
Dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sukuk adalah efek atau surat berharga syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian yang tidak terpisahkan atau tidak terbagi atas aset yang mendasarinya (underlying asset). Dalam pengertian lain, sukuk adalah efek syariah yang menjadi salah satu instrumen investasi.
Beberapa contoh aset yang dapat dijadikan obyek atas penerbitan sukuk adalah tanah, bangunan, proyek bangunan, atau jasa, dan hak manfaat atas suatu aset. Aset-aset tersebut bisa dijadikan obyek penerbitan sukuk selama tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal.
4. Emas
Emas adalah logam mulia yang menjadi salah satu instrumen investasi yang paling banyak dikenal. Berbagai bentuk logam mulia tersebut sangat diminati, seperti perhiasan, emas batangan, emas dinas, dan saat ini juga tengah marak investasi emas digital.
Sebagai salah satu instrumen investasi, modal yang dibutuhkan bisa dimulai dari jumlah kecil. Saat ini, banyak penyedia investasi emas yang menyediakan pembelian logam mulia mulai dari 0,01 gram. Kelebihan lain dari instrumen investasi emas adalah bebas pajak dan bunga. Hingga saat ini untuk setiap kepemilikan emas masih bebas pajak. Selain itu, transaksi emas yang mudah juga dapat dilakukan karena banyak yang melayani pembelian secara online.
5. Properti
Investasi properti adalah salah satu jenis investasi yang menjanjikan keuntungan besar. Setiap tahunnya, terlihat harga properti yang selalu naik. Investasi properti adalah pembelian properti atau real estate dengan tujuan mendapat keuntungan melalui kegiatan usaha penyewaan, penjualan kembali properti di masa depan, atau keduanya. Jadi, tidak dibeli sebagai tempat tinggal pembelinya.
Investasi properti dapat dimiliki oleh perorangan, instansi ataupun badan usaha. Investasi properti bisa termasuk investasi jangka panjang atau jangka pendek. Beberapa keuntungan dari investasi jenis ini adalah, bisa menjadi sumber pendapatan pasif atau passive income, tidak tergerus inflasi, bisa menjadi jaminan, dan harga bisa ditentukan sendiri. Kerugiannya adalah butuh modal dalam jumlah besar, rawan bencana dan kerusakan.
6. Saham
Saham adalah contoh investasi yang diterbitkan dan dijual oleh perusahaan dengan tujuan mendanai aktivitas perusahaan. Keuntungan yang didapat dari investasi saham adalah hasil dari dividen dan capital gain-nya. Pemegang saham memiliki hak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang dimiliki.
Investasi dalam bentuk penyertaan saham dapat dilakukan oleh Investor ke perusahaan tertutup (Private Company) dan Perusahaan Terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Saat ini investasi di bursa saham sudah semakin mudah, untuk memulai investasi di saham perusahaan terbuka, Investor perlu melakukan pembukaan akun di salah satu sekuritas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Naik dan turunnya saham suatu perusahaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, sentimen pasar, kondisi industri dan sektor tertentu. Instrumen investasi ini memiliki probabilitas nilai keuntungan yang tinggi, namun diikuti dengan resiko yang tinggi pula. Beberapa resikonya adalah penurunan harga saham dan capital loss.
Salah satu contoh perusahaan investasi atau Investment Company adalah Asiavesta Strategic Investment. Perusahaan yang berdiri sejak 2008 ini aktif dalam berinvestasi di beberapa perusahaan skala menengah yang sudah berusia di atas 5 tahun. Asiavesta adalah investor sekaligus partner strategis yang berinvestasi pada usaha skala menengah yang sudah mapan, memiliki bisnis yang kuat dan unik, potensi pertumbuhan dan dampak yang besar, serta ingin bertransformasi menjadi korporasi besar dengan cara anorganik.
Itu adalah beberapa contoh instrumen investasi saham yang bisa dipilih. Semua orang bisa memilih investasi yang diinginkan tergantung dari jumlah modal yang dimiliki atau tingkat resiko yang ada. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat dan membantumu untuk mengetahui instrumen investasi lebih dalam ya!
(Disarikan oleh: Lavy El Harisy)
